Magetan, Senin, 5 Januari 2026 — MAN 3 Magetan melaksanakan apel pagi rutin yang berlangsung di lapangan madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru, staf, serta peserta didik dengan tertib dan penuh khidmat. Bertindak sebagai pembina apel adalah Bapak Basuki Prihatin, S.Pd.

Dalam amanatnya, beliau mengawali dengan mengucapkan selamat kepada seluruh peserta didik yang telah menerima rapor semester ganjil. Beliau berpesan agar hasil rapor tersebut dijadikan sebagai bahan evaluasi diri, bukan untuk merasa puas ataupun berkecil hati. Peserta didik diharapkan aktif berkoordinasi dengan wali kelas guna mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kepada peserta didik kelas X dan XI, beliau menekankan pentingnya berbenah diri sejak dini serta mempersiapkan diri menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya, termasuk persiapan Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang untuk pertama kalinya dilaksanakan secara nasional. Sementara itu, bagi kelas XII, beliau mengingatkan bahwa waktu menempuh pendidikan di madrasah sudah semakin singkat sehingga diperlukan evaluasi yang lebih serius agar siap melanjutkan ke perguruan tinggi.

Lebih lanjut, beliau mengarahkan agar peserta didik memiliki keterampilan hidup (life skill) yang bermanfaat, seperti menjahit, memasak, dan keterampilan lain yang dapat menjadi bekal setelah lulus. Peserta didik diharapkan mampu menjadi pribadi yang mandiri, tidak membebani orang tua, serta mampu menghidupi diri sendiri dan keluarganya di masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan informasi terkait pembangunan masjid madrasah yang saat ini sempat dihentikan sementara. Untuk itu, beliau mengajak seluruh warga madrasah untuk menghidupkan kembali program infak, dengan menyisihkan uang seribu atau dua ribu rupiah setiap hari. Infak tersebut diharapkan menjadi bentuk investasi akhirat dan kebiasaan menabung kebaikan. Target penyelesaian pembangunan masjid direncanakan pada tahun 2026 seiring dengan penyelesaian dana SBSN.

Selain itu, pembina apel menekankan pentingnya kebersihan lingkungan madrasah, khususnya kebersihan kamar mandi dan toilet. Kebersihan diharapkan terjaga setiap pagi, setelah jam istirahat, dan setelah waktu Zuhur. Peserta didik diminta untuk membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kelas, serta menumbuhkan kesadaran bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari diri sendiri.

Beliau juga menyinggung upaya peningkatan kedisiplinan, termasuk kerapian penggunaan rak sepatu, kelengkapan atribut madrasah, serta ketentuan pemakaian sepatu yang telah ditetapkan. Kedisiplinan tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang tertib dan nyaman.

Menjelang akhir amanat, beliau mengajak seluruh peserta didik untuk turut berkontribusi dalam memajukan madrasah, membantu orang tua, serta menyukseskan berbagai kegiatan madrasah, termasuk rencana milad madrasah dan PORSENI bagi kelas X dan XI di tingkat kabupaten hingga provinsi.

Apel pagi ditutup dengan ajakan untuk saling membantu, menjaga tanggung jawab bersama, serta menumbuhkan semangat kebersamaan demi kemajuan MAN 3 Magetan.