Magetan, Senin, 1 Desember 2025 – MAN 3 Magetan menggelar apel pagi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-54 KORPRI. Apel berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh seluruh guru serta peserta didik.

Pembina apel pada pagi hari itu adalah Haris Suharsoyo.Dalam amanatnya, Haris menekankan pentingnya disiplin, baik sebagai pelajar maupun sebagai calon generasi penerus bangsa.

Diawal amanatnya menegaskan bahwa setiap apel, peserta didik yang tidak memakai seragam lengkap akan diminta maju ke depan sebagai bentuk penegasan kedisiplinan. Menurut beliau, disiplin tidak perlu diajarkan berulang-ulang, karena setiap siswa sebenarnya sudah memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya sikap tersebut.

Waka kurikulum ini menyampaikan bahwa jam biologis manusia adalah contoh paling sederhana dari kedisiplinan. Seperti tubuh yang secara otomatis mengatur ritme kedipan, detak jantung, hingga waktu istirahat, siswa pun seharusnya mampu mengatur waktu mereka sendiri—mulai dari bangun pagi, menjaga kebersihan, hingga membatasi penggunaan gawai. Rata-rata penduduk Indonesia menghabiskan waktu hingga 4 jam per hari bermain ponsel, dan beliau mengingatkan agar siswa tidak terjebak dalam kebiasaan yang kurang bermanfaat tersebut.

Selain itu. juga menekankan beberapa contoh ketidakdisiplinan, seperti mencari-cari alasan sakit untuk menghindari pelajaran. Bahkan pernah ada siswa yang beralasan asam lambung selama tiga hari, padahal tujuannya untuk menghindari kelas tertentu. “Sejak kapan lambung pindah ke kanan?” ucap beliau sebagai sindiran halus agar siswa tidak membuat alasan yang tidak masuk akal.

Sebagai penyemangat, pembina apel mengajak seluruh siswa untuk menegaskan komitmennya dengan kalimat:
“Aku siswa MAN 3, aku hebat, aku sehat, aku kuat.”

Beliau mengingatkan bahwa disiplin akan membentuk masa depan yang lebih baik. Apalagi bagi kelas X dan XI yang masih memiliki perjalanan panjang sebelum menghadapi ujian-ujian penting. Sementara itu, kelas XII akan memulai ujian madrasah pada bulan Maret, sehingga kedisiplinan belajar sangat diperlukan.

Dan juga menyinggung kelas taruna sebagai simbol kedisiplinan. Menurutnya, siswa yang tidak disiplin di kelas akan sulit berkembang, sehingga semua penegakan aturan dilakukan demi kebaikan para peserta didik sendiri.

Terkait kegiatan akademik, beliau mengumumkan bahwa Assessment Sumatif Ganjil akan berakhir pada tanggal 3 Desember. Siswa yang belum tuntas akan mengikuti remidi pada tanggal 4–9 Desember. Setelah remidi selesai, akan dilaksanakan kegiatan hiking untuk kelas X serta class meeting untuk seluruh siswa.

"Kami  berharap seluruh peserta didik mampu menjadi pribadi yang dewasa, bertanggung jawab, dan disiplin," Pesannya.

Apel ditutup dengan doa dan harapan agar seluruh siswa MAN 3 Magetan selalu menjaga moral, adab, dan semangat belajar dalam kehidupan sehari-hari. Jurmanga