Panekan, Kamis, 12 Maret 2026.
Pondok Ramadan MAN 3 Magetan telah memasuki hari kedua. Seperti hari pertama, kegiatan dimulai dengan melaksanakan salat duha berjamaah di masjid Madrasah. Para siswa serta guru berbondong-bondong memasuki wilayah Masjid dengan harapan menunaikan ibadah kepada Allah SWT. untuk mendapat pahala.

Setelah melakukan rangkaian ibadah dengan khusyuk dan mengharap ridho Allah SWT., seluruh siswa mendengarkan tausiah yang disampaikan oleh Mustofa dengan saksama. 

Di dalam tausiahnya, Mustofa membahas mengenai bulan Ramadan yang telah memasuki hari kesepuluh terakhir.. Titahnya, pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, pahala dilipatgandakan. Lantas, beliau berpesan agar memperbanyak ibadah kepada Allah SWT.. Pada hari itu, pintu ampunan akan dilebarkan selebar mungkin untuk hambanya meminta taubat. Ia berpesan agar jangan menyia-nyiakan kesempatan ini.

Mustofa memberi perumpamaan hidup seseorang di dunia yang hanya seperti singgah untuk minum segelas air. Maksudnya, beliau tak ingin kita terlalu mengagungkan dunia yang fana ini. Kejarlah akhirat kelak yang akan menjadi penentu di surga maupun neraka. Beliau berkata kalau surga adalah kampung halaman kita. Diri sendirilah yang menjadi penentu ingin kembali ke kampung halaman itu atau tidak.

Pada sepuluh malam terakhir ini, banyak orang berharap dapat bertemu dengan malam yang penuh kemuliaan—malam ketika doa-doa diyakini lebih dekat untuk dikabulkan. Karena itu, setiap malam dijalani dengan lebih sungguh-sungguh. Ibadah terasa lebih khusyuk, dan hati semakin mendekat kepada Tuhan. Beliau ingin kita semua melakukan ibadah dengan sungguh-sungguh, tak melakukan perbuatan maksiat, dan selalu berbuat baik kepada semua.

Selanjutnya, kegiatan diambil alih oleh Haris Fauzi. Beliau turut menyampaikan beberapa jadwal acara Pondok Ramadan dengan teratur. Para siswa akan memasuki kelas untuk mendapatkan materi dari ustadz. Siswa diminta untuk membaca Al-Qur'an terlebih dahulu sembari menunggu pemateri datang. Lantas, beberapa siswa akan tetap berada di Masjid Madrasah untuk melakukan tadarus bersama.

Diharapkan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan ini, mampu mendekatkan kita kepada Allah SWT. dan dapat dipertemukan dengan malam kemuliaan, malam Lailatul Qadar. Semoga para siswa memanfaatkan ilmu yang mereka dapat untuk kepentingan generasi di dunia maupun akhirat.

(Jurmanga)