Hari ini, Rabu, 15 Oktober 2025, menjadi salah satu momen yang sangat istimewa bagi keluarga besar MAN 3 Magetan.
Dalam semangat kebersamaan dan kebanggaan sebagai generasi muda Indonesia, kami mempersembahkan sebuah acara yang tidak hanya meriah, namun juga sarat akan makna dan nilai sejarah — Pentas Seni Kolaborasi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Santri Nasional Tahun 2025.

Dua peringatan penting ini—Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober dan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober—menjadi titik temu yang menggambarkan sinergi antara semangat nasionalisme dan nilai-nilai keislaman.
Keduanya mengajarkan kita tentang keberanian, persatuan, dan perjuangan tanpa pamrih demi kemerdekaan serta kejayaan bangsa.

Mengusung tema "Bersatu dalam Kreasi, Bergerak untuk Negeri", pentas seni hari ini merupakan wujud nyata dari semangat para siswa-siswi MAN 3 Magetan dalam menjaga warisan budaya, mengembangkan kreativitas, serta memperkuat karakter kebangsaan.

Kegiatan ini bukan hanya tentang hiburan.
Ini adalah tentang bagaimana seni menjadi bahasa yang menyatukan, tentang bagaimana gerakan, suara, dan ekspresi menjadi media perjuangan di era sekarang.
Inilah bentuk cinta tanah air dari generasi muda — generasi yang tidak tinggal diam, tapi memilih untuk bergerak, berkarya, dan berkontribusi.

Sepanjang pagi hingga siang hari ini, seluruh warga sekolah diajak untuk menyaksikan dan menikmati rangkaian penampilan seni yang telah dipersiapkan dengan penuh semangat dan dedikasi.
Mulai dari:

???? Tari-tarian tradisional dan modern, yang menggambarkan keragaman budaya Indonesia,
???? Aksi pencak silat, yang memadukan keindahan gerak dengan kekuatan mental dan spiritual,
???? Penampilan vokal dan musik, dari lagu perjuangan, religi, hingga lagu-lagu inspiratif yang menyentuh hati.

Tak hanya itu, yang membuat acara ini semakin semarak adalah antusiasme luar biasa dari para siswa dan siswi MAN 3 Magetan.
Sejak pagi, mereka telah memenuhi area acara dengan penuh semangat. Wajah-wajah ceria menghiasi lingkungan sekolah. Suasana meriah tampak di mana-mana: bendera merah putih berkibar, dekorasi khas santri dan pemuda terpampang megah, dan suara riuh tepuk tangan serta sorak sorai menjadi latar belakang penuh semangat.

Para peserta didik dari berbagai kelas mengikuti pentas seni ini bukan karena kewajiban, tetapi karena rasa bangga dan kecintaan terhadap bangsa serta institusi mereka.
Sebagian menjadi pengisi acara, sebagian lagi menjadi panitia, pemandu acara, dan tentu saja, penonton yang memberikan dukungan penuh.
Semua larut dalam kegembiraan, namun tetap menjaga adab, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan.

Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran yang nyata.
Di sinilah para siswa belajar tentang kerja sama, tanggung jawab, manajemen waktu, keberanian tampil di depan umum, hingga arti pentingnya menjaga budaya dan identitas bangsa.
Pentas seni ini menjadi wadah yang menumbuhkan karakter positif: kreatif, mandiri, berani, santun, dan tentu saja, berjiwa nasionalis dan religius.

Di balik setiap tarian yang ditampilkan, terselip sejarah panjang bangsa.
Di balik setiap jurus silat yang dipertontonkan, ada nilai keteguhan dan perlindungan terhadap kebenaran.
Dan di balik setiap bait lagu yang dinyanyikan, tersimpan semangat perjuangan dan doa untuk negeri.

Sebagai lembaga pendidikan Islam yang berada di bawah naungan Kementerian Agama, MAN 3 Magetan terus berkomitmen untuk mencetak generasi emas: generasi yang tak hanya unggul dalam prestasi akademik, tapi juga berakhlak mulia, cinta budaya, dan siap menjadi pemimpin masa depan.

Akhir kata, semoga acara ini tidak hanya menjadi hiburan sesaat, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua:
Bahwa pemuda adalah kekuatan bangsa, dan santri adalah penjaga moral negeri.
Ketika keduanya bersatu, maka Indonesia akan semakin kuat dan bermartabat.

Dirgahayu Hari Sumpah Pemuda ke-97!
Selamat Hari Santri Nasional Tahun 2025!
Teruslah berkarya, menginspirasi, dan menjadi cahaya bagi negeri!