Magetan, Jumat, 6 Maret 2026—MAN 3 Magetan melaksanakan kegiatan Nuzulul Qur'an. Kegiatan ini dilaksanakan saat bulan Ramadan telah memasuki hari ke-16. Seluruh siswa-siswi MAN 3 Magetan berbondong-bondong memasuki masjid yang berada di kampus 2 dengan tertib dan rapi.

Kegiatan dimulai dengan melaksanakan salat duha berjamaah yang diikuti oleh seluruh siswa dan guru yang hadir. Suasana masjid tampak khusyuk saat para peserta melaksanakan ibadah bersama. Setelah mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, seluruh siswa mendengarkan dengan seksama tausiyah yang diisi oleh Siswanto.

Dalam tausiyahnya, Siswanto menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga diri dari sikap berhias secara berlebihan. Beliau memberikan sebuah perumpamaan tentang seseorang yang terlalu sibuk memperindah penampilan luar, seperti pakaian dan perhiasan, tetapi melupakan keindahan hati dan akhlaknya. Orang tersebut mungkin terlihat baik di luar, namun jika hatinya dipenuhi sifat sombong, iri, dan pamer, maka keindahan itu tidak memiliki makna di hadapan Allah. Melalui kisah perumpamaan tersebut, para siswa diingatkan bahwa kecantikan dan keindahan yang paling utama adalah akhlak yang baik, sikap rendah hati, serta perilaku yang mencerminkan ajaran Islam.

Selain itu, Siswanto juga menjelaskan tentang peristiwa Nuzulul Qur'an, yaitu turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini terjadi ketika Nabi Muhammad SAW sedang berkhalwat atau menyendiri untuk beribadah di Gua Hira. Pada saat itu, Malaikat Jibril datang membawa wahyu pertama dari Allah SWT berupa surat Al-Alaq ayat 1–5 yang diawali dengan perintah “Iqra” yang berarti “bacalah”. Peristiwa tersebut menjadi awal turunnya Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia. Dari peristiwa Nuzulul Qur'an ini, para siswa diharapkan dapat mengambil hikmah tentang pentingnya membaca, menuntut ilmu, serta menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah tausiyah tersebut, kegiatan berlanjut dengan membaca Alquran yang diwakilkan oleh lima orang dari setiap kelasnya. Kegiatan ini dilakukan di masjid. Bagi siswa yang tidak mewakili kelas, melanjutkan tadarus di dalam kelas dengan pembagian masing-masing kelas membaca satu Juz. Diharapkan melalui kegiatan ini, para siswa semakin mencintai Al-Qur'an serta terdorong untuk mempelajari dan mengamalkan ajarannya.

(Jurmanga)