Magetan, Senin, 8 Desember 2025 — MAN 3 Magetan melaksanakan apel pagi yang menjadi kegiatan rutin setiap pekan. Apel yang berlangsung di lapangan madrasah ini diikuti oleh seluruh guru, staf, serta peserta didik dengan tertib dan penuh khidmat. Pada kesempatan kali ini,  Yusuf Ansori menjadi pembina.

Dalam awal amanatnya, beliau mengajak seluruh peserta didik untuk senantiasa bersyukur atas nikmat Allah SWT yang masih terus dilimpahkan kepada kita. Ia mengingatkan bahwa masih banyak saudara-saudara kita di berbagai wilayah Indonesia yang sedang menghadapi ujian berat berupa bencana alam, seperti banjir bandang di Aceh, bencana serupa di wilayah Sumatra Utara dan Lumajang, hingga aktivitas Gunung Merapi yang berpotensi erupsi. Kondisi ini menjadi cerminan bahwa nikmat bisa saja dicabut kapan saja apabila manusia lalai dan kurang bersyukur.

Beliau menegaskan bahwa rasa syukur bukan sekadar ucapan, tetapi juga harus diwujudkan melalui perbuatan baik serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar. “Allah sudah memberikan kita kesehatan, kesempatan belajar, dan lingkungan yang aman. Maka kita harus bersyukur dengan memperbaiki diri dan meningkatkan ketaatan kepada-Nya,” pesan beliau dalam amanat tersebut.

Memasuki waktu bagi peserta didik untuk menerima rapor,  Yusuf Ansori  turut menekankan bahwa nilai bukan hanya angka di atas kertas. Ia mengajak siswa untuk melakukan introspeksi terhadap proses belajar selama ini. Ia mengingatkan bahwa hakikat dari ilmu adalah manfaatnya, bukan sekadar hasil tertulis yang bisa dilihat orang lain. Dengan demikian, rasa syukur atas nikmat ilmu harus diwujudkan dengan belajar sungguh-sungguh dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, beliau mengajak seluruh peserta didik untuk menjaga fasilitas madrasah dengan baik. Ia menyoroti masih adanya tindakan kurang terpuji seperti mencoret dinding kamar mandi dan meletakkan sepatu secara sembarangan. Menurutnya, madrasah adalah mesin pembentuk generasi berakhlak, sehingga hanya dengan kedisiplinan dan kepedulian lingkungan, hasil terbaik dapat dicapai. “Syukur itu juga ditunjukkan dengan menjaga apa yang Allah titipkan melalui madrasah ini,” tegasnya.

Pada akhir amanat,  Yusuf Ansori berharap seluruh warga madrasah mampu meneladani nilai-nilai syukur tersebut dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Ia mengibaratkan ilmu sebagai sebuah pohon: jika pohon itu berbuah, maka akan membawa manfaat bagi banyak orang. Begitu pula ilmu yang dipelajari di madrasah, hendaknya memberi kebaikan bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Apel pagi yang berlangsung kurang lebih satu jam ini berjalan lancar dan memberikan pelajaran berharga mengenai pentingnya menjaga nikmat Allah sebelum nikmat itu diambil kembali. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan peserta didik dipersilakan kembali ke kelas masing-masing untuk melanjutkan pembelajaran.

jurmanga